• Indonesia

Laporan

Dolar AS Diminati Meskipun Korea Menerobos - Dave Evans

Laporan Pagi: 07.00 London

Dolar AS kembali diminati di tengah kemunduran umum dalam perdagangan tanpa risiko. Hal ini terjadi ketika Trump membatalkan rencana KTT Korea Utara dan data ekonomi AS yang buruk pada umumnya.

Yen terkendali kemarin, karena para trader beralih dari dolar berhubung data pengangguran AS dan data penjualan rumah yang buruk. USD/JPY turun tajam karena para trader mengambil langkah aman pada yen, meskipun tren ini berbalik pagi ini. Pasangan yen lainnya seperti GBP/JPY dan EUR/JPY datar hingga negatif setelah pembalikan signifikan kemarin.

Indeks dolar kembali naik pagi ini, memaksa pasangan dolar melemah. Pasangan lain seperti AUD/USD, GBP/USD dan EUR/USD membuat kerugian ringan setelah penguatan kemarin.

Swiss franc mengikuti tren yang sama, dengan USD/CHF sedikit menguat dari penurunan kemarin.

USD/CAD terus menguat berhubung harga minyak mentah yang kehilangan momentum.

Emas tergelincir kembali setelah kenaikan signifikan kemarin dimana para trader memburu pelabuhan yang aman.

Acara Hari Ini

Tersedia Iklim Bisnis Ifo Jerman pada pukul 09:00.

PDB estimasi kedua Inggris berada pada pukul 09:30, dirilis bersamaan dengan investasi bisnis awal.

Asisten gubernur RBA, Bullock, berpidato pada pukul 13:00.

Pesanan barang tahan lama inti AS pada pukul 13:30.

Gubernur BOE UK Carney berpidato pada pukul 14:20, dengan Ketua Fed Powell berpidato pada saat yang sama.

Revisi sentimen konsumen UoM pada pukul 15:00.

Anggota FOMC Bostic berpidato pada pukul 16:45.

Presiden Buba Jerman Weidmann berpidato pada pukul 20:20.

Analisa

Euro terus tersandung pada tekanan dolar dan data ekonomi Eropa yang buruk. Sebaliknya, Swissy mengambil momentum pada permainan safe haven.

25 Mei 2018: Dolar AS Diminati Meskipun Korea Menerobos

Mungkin akan terjadi penurunan lebih lanjut dari sini dan cara terbaik untuk memanfaatkan situasi ini adalah dengan bertrading TOUCH menganalisa EUR/CHF akan MENYENTUH 1.1450 dalam 14 hari dengan potensi laba sekitar 146%.